keracunan makanan

Bahan yang bersifat racun dapat terbawa didalam makanan dan ikut dikonsumsi sehingga terjadi apa yang disebut keracunan makanan (food poisoning).
Pada penyakit keracunan makanan pada umumnya gejaa-gejala terjadi tak lama setelah menelan bahan beracun tersebut, bahkan dapat segera setelah menelan bahan beracun itu dan tidak melebihi 24 jam setelah tertelannya racun. Gejala-gejala terutama bersangkutan dengan saluran pencernaan, juga menyerang susunan saraf. Kematian sering terjadi karena hambatan pernafasan atau hambatan kerja jantung.

Etiologi
Dewasa ini telah disepakati oleh para peneliti bahwa keracunan jengkol disebabkan oleh pengendapan kristal-kristal asam jengkol di dalam saluran-saluran traktus urogenitalis, sehingga menyebabkan penyumbatan mekanis. Kristal-kristal asam jengkol yang berbentuk jarum-jarum tajam dalam sedimen urin memang pathognomonis untuk jenis keracunan ini akan tetapi kristal-kristal ini tidak selalu dapat ditemukan.

Patofisiologi
Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Dalam ginjal molekul asam jengkol dapat melewati membran semipermeabel dari glomerulus. Albumin sendiri tidak dapat melewati membran ini oleh karena memiliki molekul yang terlampau besar. Jadi kompleks albumin serum dan asam jengkol berdisosiasi sehingga menghasilkan albumin serum dan asam jengkol bebas dan asam jengkol yang bebas ini melewati membran glomerulus dan terdapat dalam ultrafiltrat glomerulus. Masih terdapat kemungkinan bahwa selain filtrasi lewat glomerulus terjadi juga sekresi asam jengkol secara aktif lewat tubuli ginjal akan tetapi masih perlu pembuktian lebih lanjut.
Asam jengkol yang sekarang terdapat dalam ultrafiltrat mudah sekali menghablur menjadi kristal oleh karena tidak terdapat lagi protein yang membuatnya lebih larut seperti terjadi di dalam darah.
Apalagi di dalam perjalanan selanjutnya terjadi penyerapan kembali sejumlah air oleh bagian menurun dari lekuk Henle. Kesemuanya ini menyebabkan asam jengkol mencapai titik kejenuhan (oversaturated) dan mengendaplah asam jengkol sebagai kristal-kristal berbentuk jarum-jarum yang tajam.

Gejala Klinis
Ciri-ciri keracunan jengkol, biasanya didahului rasa pegal di pinggang yang sangat hebat. Disusul rasa nyeri nan melilit. Pegal dan sakit yang amat sangat itu dimungkinkan lantaran terjadinya gangguan pada saluran urogenital jengkolmania. Setelah itu, penderita akan didera kesulitan buang air kecil. Kalaupun bisa keluar, dicicil sedikit demi sedikit dan tentu saja, disertai rasa sakit
Gejala umum yang terjadi saat keracunan adalah mual-mual, muntah, sakit perut, dan diare atau gangguan saluran pencernaan. Yang sering ditemukan nafas, mulut, dan urin berbau jengkol. Terkadang ada juga racun yang menyerang susunan saraf sehingga menyebabkan ketegangan otot dan kejang-kejang atau justru sebaliknya, otot menjadi lemas dan kurang tenaga bahkan bisa sampai lumpuh (paralis). Penderita dapat juga mengalami keadaan somnolens (mengantuk) sampai pingsan (koma). Yang paling parah adalah kematian, bila terjadi gangguan pernapasan atau hambatan kerja jantung.

Diagnosa
Penegakan diagnosa dari keracunan seringkali dengan mudah dapat ditegakkan karena keluarga atau pengantar penderita sudah mengatakan penyebab keracunan atau membawa tempat bahan beracun kepada dokter. Tapi kadang-kadang kita menemui kesulitan dalam menentukan penyebab keracunan terutama bila penderita tidak sadar dan tidak ada saksi yang mengetahui kejadiannya.

Pengobatan
1. Menangani Racun dan Penyebabnya
Racun masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang masuk ke mulut diatasi dengan tindakan mengurangi absorpsi racun dari saluran cerna, memberikan antidote, dan meningkatkan eliminasi racun dari tubuh.
a. Mengurangi absorbsi
Upaya mengurangi absorbsi racun dari saluran cerna dilakukan dengan merangsang muntah, menguras lambung, mengadsorpsi racun dengan karbon aktif, dan membersihkan usus.
Merangsang muntah
Untuk merangsang muntah, dapat digunakan sirup ipeca, apmorfin, dan lain-lain. Apmorfin berbahaya jika diguankan secara sembarangan.
Kumbah lambung
Membersihkan usus
Pembersihan usus dilakukan dengan menggunakan obat laksan dan golongan senyawa garam, yaitu Mg-sulfat dan Na-sulfat. Laksan non-ionik biasanya tidak digunakan dalam usaha membersihkan usus karena akan teradsorpsi oleh karbon sehingga menjadi tidak aktif. Laksan yang berupa minyak juga tidak digunakan karena akan meningkatkan atau mempermudah adsorpsi beberapa racun oleh tubuh.

b. Antidot
Pemberian antidot dapat meningkatkan eliminasi racun dari tubuh. Meskipun antidot kadang-kadang merupakan obat penyelamat nyawa penderita keracunan, penanggulangan keracunan tidak dapat diandalkan hanya dengan menggunakan antidote saja.

c. Meningkatkan eliminasi
Meningkatkan eliminasi racun dapat dilakukan dengan diuresis basa atau asam, dosis multiple karbon aktif, dialysis dan hemoperfusi
2. Mengatasi Efek dan Gejala Keracunan
Yang umum adalah dengan mengusahakan agar makanan yang sudah tertelan dapat dimuntahkan kembali. Kemudian penderita diberi cairan garam physiologis (pekat) hangat untuk membilas.
Larutan pembilas lain yang bisa digunakan adalah larutan yang diberi bicarbonas natricus.
Sementara itu, untuk menetralkan racun yang tidak dimuntahkan dan belum terserap melalui dinding usus, penderita diberi larutan norit atau susu hangat.

Pemberian Norit ( activated charcoal )
Jangan diberikan bersama obat muntah, pemberian norit harus menunggu paling tidak 30 – 60

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: